Poligami yang Masih Berlanjut

Pasal 28 B ayat 1

Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah”.

Maksud isi dari pernyataan tersebut adalah bahwa warga negara Indonesia mempunyai hak agar melakukan pernikahan baik yang di akui oleh negara dan agama dengan aturan atau tata cara yang telah ditetapkan. Adapun contoh kasus yang berkaitan dengan pernyataan tersebut adalah mengenai poligami, pernikahan siri dan pernikahan kontrak.

Menurut MUI, poligami dibolehkan, tetapi bukan melalui jalan biasa melainkan jalan darurat. Padahal segala yang haram memang dibolehkan apabila dalam keadaan darurat. Jadi bahwa poligami pada dasarnya, hukum poligami adalah haram. Karena pada kenyataannya pada jaman sekarang ini di Indonesia, kebanyakan perempuan merasa tersakiti manakala suamainya berpoligami.

Untuk melindungi perempuan agar tidak tersakiti oleh suami, maka pemerintah telah mengatur hal itu dalam UU Perkawinan. Namun pada prakteknya, UU tersebut kurang mampu melindungi perempuan Indonesia. Para lelaki yang menyakiti istri dengan jalan berpoligami dengan melakukan “nikah siri” atau pun “pernikahan kontrak” bisa seenaknya melanggar UU tersebut tanpa dikenakan sanksi pidana.

Departemen Agama pun telah mengeluarkan RUU untuk menjerat para pelaku poligami, nikah siri dan nikah kontrak. Bagi yang melanggarnya akan dipidanakan ( dipenjarakan dan didenda ) bukan hanya yang dinikahkan secara demikian itu, melainkan juga yang menikahinya. Dalam RUU teersebut, jika melakukan nikah siri akan dipidanakan. Ada kurungan maksimal 3 bulan dan denda sebesar Rp. 5.000.000. hal ini dilakukan agar tidak ada lagi korban yang tersakiti atas terjadinya pernikahan siri atau pernikahan kontrak.

Contoh nyatanya Syeh Puji yang memperrsunting istri lebih dari satu dan yang lebih membuat kita semua terpana olehnya, bahwa ia mempersunting anak gadis yang masih dibawah umur. Bahkan ia pun mempunyai niatan untuk mempersunting anak yang lebih dari istrinya yang ke dua. Akan kah di Indonesia terjadi hal seperti ini secara terus-menerus ?.

Bila tidak cepat ditindak lanjuti, maka akan terus berkembang kasus-kasus yang sama seperti contoh yang telah saya sebutkan diatas. Semoga RUU yang telah dikeluarkan akan berlaku sebenar-benarnya tanpa ada pemihak teerhadap pihak yang dapat membeli hukum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s