Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah

PENGKAJIAN PRODUK UNGGULAN DALAM MENINGKATKAN

EKSPOR UKM DAN PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL

oleh: JURNAL PENGKAJIAN KOPERASI DAN UKM NOMOR 1 TAHUN I – 2006

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Usaha kecil menengah (UKM) dapat dikatakan tulang punggung perekonomian nasional, dapat dilihat dari besarnya kontribusi kegiatan UKM terhadap perekonomian, dimana tahun 2003 mencapai 57% dari total produk domestik bruto (PDB). Di sisi lain, menurut data sementara Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (2005), pada tahun 2003, kontribusi UKM dalam ekspor hanya sebesar 16% dari total ekspor (4% berasal sektor usaha kecil dan 12% berasal dari usaha menengah). Gambaran ini menunjukkan bahwa kemampuan produk UKM untuk dapat bersaing di pasar global masih rendah.

Persaingan dalam perdagangan internasional (atau pasar pada umumnya) amat ditentukan pada keunggulan yang dimiliki atau keunggulan produk yang dihasilkan. Dalam konteks pengembangan keunggulan tersebut, pemerintah daerah mulai mengembangkan konsep produk unggulan. Proses ini dilakukan dengan mengidentifikasi produk unggulan terutama yang berasal dari sektor usaha kecil menengah sebagai proses pengembangan sumber daya lokal dan optimalisasi atas potensi ekonomi daerah. Sebagai suatu strategi pembangunan, pengembangan produk unggulan dinilai mempunyai kelebihan, karena dianggap bahwa suatu daerah yang menerapkan pola pembangunan ini relatif lebih “mandiri” dalam pengembangan ekonominya.

Tujuan

Dalam rangka memberdayakan UKM menangani produk unggulan berorientasi ekspor dan pengembangan ekonomi masyarakat lokal khususnya di kawasan perbatasan. Kajian ini bertujuan untuk menyusun deskripsi produk-produk unggulan potensial untuk peningkatan ekspor dan pengembangan ekonomi lokal. Sebagai bahan masukan dalam penyusunan kebijakan pendayagunaan atau pengelolaan produk unggulan dalam peningkatan ekspor dan pengembangan ekonomi lokal.

Penyusunan Deskripsi Produk Unggulan

Upaya pemberdayaan UKM dan ekonomi kawasan perbatasan secara keseluruhan difokuskan pada pengoptimalan pengusahaan produk unggulan terutama yang banyak melibatkan UKM. Untuk itu, perlu dilakukan inventarisasi dan deskripsi produk-produk unggulan, khususnya di kabupaten perbatasan. Penyusunan diskripsi produk unggulan diawali dengan pemilihan sejumlah komoditas tertinggi pada hasil baseline survey economy BI terakhir (Tahun 1999). Tahap berikutnya mengidentifikasi produk unggulan daerah berdasarkan kontribusinya bagi pendapatan daerah. Alat ukur utama adalah dengan memperhatikan PDRB terakhir dan subsektor

dominannya. Penggabungan data antara hasil identifikasi BSE dan PDRB dilakukan dengan mengkaitkan setiap komoditas hasil BSE dan agregat sektor/subsektornya yang terdapat pada data PDRB. Setelah teridentifikasi sebagai agregat dari produk ungggulan daerah maka bahan informasi ini kemudian didiskusi dengan stakeholder setempat. Stakeholder daerah akan menyebutkan berbagai produk yang dianggap sebagai unggulan. Dengan persepsi dan preferensi masing-masing, para stakeholder ini juga dapat diminta untuk membandingkan keunggulan masing-masing produk tersebut. Menggunakan metode AHP lalu dirumuskan urutan produk unggulan daerah berdasarkan persepsi keunggulan stakeholder setempat.

Metode Kajian

Metode yang digunakan adalah kajian deskriptif, yakni metode kajian yang meneliti suatu keadaan dengan tujuan membuat deskripsi dan gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta di lapangan pengkajian serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Data yang dikumpulkan terdiri atas data sekunder dan data primer. Data primer berasal dari lokasi pengkajian secara langsung, baik yang dilakukan melalui kuesioner, wawancara maupun diskusi. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui survey instansional yang berupa peraturan-peraturan, laporan-laporan dan data tertulis lainnya yang berhubungan dengan pengkajian ini. Cara pengumpulan data dilakukan dengan cara: survey instansional, melalui kuesioner bagi responden dan diskusi.

HASIL PENELITIAN

Diskripsi Produk Unggulan

Pendeskripsian mengenai berbagai produk unggulan terpilih dilakukan dengan terlebih dahulu melalui proses penggabungan hasil baseline survei ekonomi Bank Indonesia dengan hasil PDRB daerah setempat. Setelah itu, dilakukan konfirmasi terhadap stakeholder daerah, survey terhadap produk unggulan dan penentuan produk unggulan melalui teknik AHP, sehingga diperoleh daftar produk unggulan 5 daerah sampel yang memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Secara umum produk unggulan terpilih pada masing-masing provinsi adalah yang memiliki daya dukung sumber bahan baku lokal, sehingga cukup mudah untuk memperolehnya. Disamping itu, sebagian besar dari produk unggulan sudah berorientasi untuk pasar eksport

KESIMPULAN

1. Produk Unggulan pada lokasi penelitian prioritas untuk dikembangkan karena memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.Sebagian besar dari produk tersebut sudah berorientasi untuk pasar non lokal (46,7%), dan bahkan ekspor (40%). Kemampuan mengakses

pasar diperkirakan akan semakin meningkat, tidak hanya kuantitas, namun juga harga asalkan kualitas produk dapat dikembangkan.

2. Intervensi bagi peningkatan akses ke pasar tersebut, diharapkan dapat diperankan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah dengan juga membangun sinergi upaya dengan stakeholder lainnya. Bentuk-bentuk perkuatan tersebut antara lain adalah peningkatan penguasaan dan pemanfaatan teknologi;peningkatan kapasitas SDM pelaku usaha dengan semakin melibatkan SDM local, peningkatan akses UKM ke sumbersumber permodalan khususnya perbankan, peningkatan kuantitas dan kualitas jejaring usaha.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.ikutngeblog.info

Atterton, J. 2001. The Role of Civil Society and Business Community in Rural Restructuring.

Arkleton Centre of Rural Development Research. University of Abardeen. Scotland.

Dani, Irwan. 1999. Bagaimana Memperbaiki Pemasaran Usaha Anda. Grafika Desa Putera.

Jakarta.

Porter, M.E. 1990. Competitive Advantage of Nations. Mass : Free Press, Canada.

Rebecca, M. Winders. 1997. Small Business Creation and Economic Well-Being of Non

Metropolitan Countries : The Case of Georgia. TUA Rural Studies Programe. University of

Kentucky. USA.

Rustiani, Frida. Pengembangan Ekonomi Rakyat dalam Era Globalisasi : Masalah, Peluang dan

Strategi Praktis. 1996. AKTIGA Bandung dan YAPIKA Jakarta.

Robert Ho & Pactricis Kontur. 2001. “Enterprenership” as A Rural Development Strategy.

Defining a Policy Framework for Maine. Maine Rural Development Councol. Maine. USA.

Sanim, B. 2000. Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi dalam Mewujudkan Sistem Ekonomi

Kerakyatan Menanggulangi Krisis Nasional. MMA-IPB. Bogor.

Tambunan, T. 2001. Peranan UKM bagi Perekonomian Indonesia dan Prospeknya. Makalah

Presentasi pada Seminar “Strategi Bisnisdan Peluang Usaha bagi Pengusaha Kecil dan

Menengah” IFMS dan Lab. Ilmu Administrasi FISIP UI. Jakarta.

——————— 1998. On Competition. A Harvard Business Review Book, Harvard Business

School Publishing. Boston.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s